Showing posts with label so beut poetic. Show all posts
Showing posts with label so beut poetic. Show all posts

Wednesday, May 16, 2012

Rindu

Semalam aku memimpikan dirimu
Mungkin aku rindu

Malam ini aku menyanyi banyak lagu
Tapi lagu-lagu itu bukan untukmu

Aneh

Hanya malam dan sepanjang jalan pondok indah
yang mampu mengembalikan bayanganmu

Aku menunggu teleponmu
Akan kutagih janjimu

Thursday, May 10, 2012

mata

Kutatap setiap mata yang masuk ke ruang dingin itu. Beberapa asing. Beberapa familiar. Tak ada yang tahu, kecuali hatiku, bahwa aku menanti sepasang mata itu. Tapi tak kunjung datang. Mungkin saja, ia mengunjungi mata-mata lain. Tak butuh waktu lama pasti. Dan ya, aku masih menatap setiap mata yang masuk dari pintu itu. Karena sudah pasti ia tak kan muncul dari jendela. Detik berganti. Ia tak mungkin pergi secepat itu. Detik kembali berganti. Dan ya, aku masih menatap setiap mata-mata itu. Berharap ada kau disana. Salah satu di antara mereka. Detik masih berganti. Resah yang kini terasa. Ku mulai bergelut dengan waktu. Karena saat mentari kembali memeluk bumi, aku sudah tak ada disini. Dan kutahu engkau juga. Kupikir.... kau harus tahu bahwa aku menunggu.

Friday, May 04, 2012

KELABU

Hari ini aku menangis hebat.

Sesak sekali rasanya.

Hari ini aku menangis dalam diam.

Tak bersuara.

Hanya derai yang kurasa.

Hari ini aku menangisi asa.

Berharap ada kamu yang menghapus air mata.

Hari ini aku menangisi masa.

Karena aku tahu kamu tak pernah ada. Di sana.

Wednesday, May 02, 2012

Hujan.

Sore itu, dia duduk terpaku memandang titik hujan yang jatuh perlahan ke bumi. Hanya jemarinya yang saling beradu.

Kali ini, dia tidak percaya angin.

Mungkin hujan tahu sesuatu, pikirnya.

Seketika, degup menyeruak.

Seketika, dia membisikkan pesan kepada hujan untuk disampaikan kepada bumi. Lirih terdengar,

“Hai Bumi, kau tak sendiri. Kukirimkan separuh nafasku untuk kau temani”